Salah satu hal yang memiliki pengaruh besar saat ingin mengajukan KPR adalah suku bunga. Anda harus mempertimbangkan besaran suku bunga karena akan berpengaruh pada total biaya cicilan yang akan dibayar. Sebenarnya, apa itu suku bunga?

Suku bunga merupakan aspek esensial yang harus Anda pahami saat akan membeli rumah dengan sekama KPR. Perhitungan dalam suku bunga umumnya dilakukan oleh bank. Berikut adalah beberapa informasi yang perlu Anda ketahui tentang suku bunga dalam KPR.

Apa Itu Suku Bunga dalam KPR?

Suku bunga merupakan aspek utama yang sangat penting dalam skema pembelian rumah dengan KPR. Pengertian dari suku bunga KPR adalah balas jasa yang diberikan kepada bank oleh orang yang mengajukan KPR. Namun besaran suku bunganya ditentukan pihak bank.

Secara umum suku bunga dalam KPR ada dua, yaitu suku bunga tetap atau fixed dan suku bunga mengambang atau floating.  Dalam suku bunga tetap, besaran bunga tidak akan berubah sepanjang waktu kredit.

Sedangkan dalam suku bunga mengambang, besaran bunga dapat berubah selama waktu kredit belum berakhir. Baik buku bunga tetap atau mengambang, memiliki keuntungan dan kekurangannya sendiri. Di bawah ini akan dijelaskan tentang perbedaan suku bunga tetap dan mengambang.

1.     Suku Bunga Tetap dalam KPR

Jika memilih suku bunga tetap saat mengajukan KPR, maka jumlah cicilan yang harus dibayarkan besarnya tetap. Sehingga apabila kondisi ekonomi sedang tidak baik, Anda bisa melakukan antisipasi sebelum waktu pembayaran.

Tetapi biasanya, suku bunga tetap dalam KPR memiliki besaran cicilan yang lebih tinggi daripada suku bunga mengambang. Anda juga tidak akan mendapatkan penurunan suku bunga sesuai kebijakan Sertifikat Bank Indonesia.

Meskipun begitu Anda tetap bisa merasakan banyak keuntungan dari suku bunga tetap. Terutama jika Anda masih memiliki banyak angsuran lain. Selain keuntungan yang sudah disebutkan di atas, berikut adalah keuntungan lain dari suku bunga tetap dalam KPR, yaitu:

2.     Suku Bunga Mengambang dalam KPR

Apa itu suku bunga mengambang dalam KPR? Suku bunga mengambang merupakan jenis yang paling cocok untuk Anda yang berani menanggung risiko. Dalam suku bunga ini Anda akan mendapatkan keuntungan dari fluktuasi penurunan suku bunga di pasar.

Saat ekonomi negara tidak stabil, maka besaran bunga KPR akan menurun. Sehingga besar cicilan yang harus dibayar setiap bulan juga akan semakin rendah. Tetapi kondisi tersebut tidak bisa dipastikan, karena BI rate dari Bank Indonesia biasanya cenderung mengalami kenaikan.

Meskipun begitu, suku bunga mengambang dapat memberikan keuntungan jika Anda berani mengambil risiko. Namun penting bagi Anda untuk memperhitungkan dan mempertimbangkan perubahan suku bunga. Berikut adalah keuntungan dari suku bunga mengambang dalam KPR, yaitu:

3.     Suku Bunga Lainnya

Selain kedua suku bunga tersebut, ada juga suku bunga lain yang dapat digunakan saat Anda mengajukan KPR, yaitu suku bunga gabungan. Dalam suku bunga ini, pemohon akan diberikan suku bunga tetap dan mengambang secara bersamaan.

Saat Anda mendapatkan suku bunga gabungan, maka cicilan yang harus dibayar diawal adalah suku bunga tetap. Namun untuk pembayaran selanjutnya, Anda akan dikenakan besaran suku bunga mengambang. Sehingga jumlahnya dapat berubah setiap bulan.

Selain itu, saat ini bank telah menawarkan jenis suku bunga baru, yaitu suku bunga terbatas. Prinsip dari suku bunga ini sebenarnya mirip dengan suku bunga mengambang, namun kenaikan besaran bunganya dibatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *